04 Februari 2010
Salam Perjuangan Semua...
Pertama sekali bagi sesiapa yang ingin mengcopy artikel atau puisi didalam blog ini, amatlah dialu-alukan. sebarlah sebanyak manapun ilmu yang terdapat didalam blog ini. Tapi jangan lupa pada pencipta-pencipta artikel atau puisi tersebut dengan meletakkan nama pencipta-pencipta artikel atau puisi tersebut di akhir kalam tersebut...
Dengan ini saya menizinkan setiap artikel didalam blog ini untuk disebarkan...
Segala kebaikan yang lahir adalah milik Allah dan segala kekurangan dan keburukan dari diri ini...
Pandanglah kelangit,
Melihat bintang berkedip riang,
Biarkan impianmu setinggi langit,
Agar hidupmu sentiasa riang,
Terbenam matahari tiada sinar,
Menunggu bulan muncul girang,
Biarlah hidupmu sentiasa bersinar,
Pasti hatimu akan girang,
Jangan lupa pada hamba,
Insan hina pencipta puisi,
Dihiasi seribu kata-kata,
Sentiasa kan ingat dihati,
21 Januari 2010
Buat Mu Yang Bernama Sahabat...
Dimana,
Tirai malam dilabuhkan,
Berhenti seketika lamunan dunia,
Tidak terdetik walau sesaat,
Tidak terasa masa yang berlalu,
Tanpa hirau hiruk kesibukan,
Tetap berjalan meniti arus,
Disini,
Aku terus merenung,
Masa silam yang mendampingi,
Jiwa yang terasa sunyi,
Tanpa kehadiran mu disisi,
Aku kadang-kadang sepi,
Sepi ini tiada yang mengerti,
Walau sekelumit rasa,
Hanya aku yang merasainya,
Dalam hati,
Hanya Allah yang mengerti,
Kerna dia maha Al-Khabir,
Tiada insane yang dapat memahami,
Apa yang tersirat dalam hati,
Yang batin ini sukar dinampakkan,
Walau sekecil mana sekalipun,
Ia tetap sukar,
Melainkan ada satu hubungan kecintaan,
Yang wujud dalam hati,
Kerna apa,
Yang dizahirkan ini,
Aku tidak memberi yang terbaik,
Untuk mu duhai teman,
Kerna aku ada yang terbatas,
Untuk melakukannya,
Terimalah zahirku ini,
Kerna engkau akan mengerti,
Segala yang di hati,
Terima ini,
Aku sangat percaya,
Allah akan membantu kita,
Dalam mengharungi segalanya,
Demi perjuangan kita,
Selama ini dicanang segalanya,
Agar berjalan dengan lancar,
Tiada halangan yang menimpa,
Aku sukar,
Untuk melupakanmu duhai teman,
Kerna engkau satu-satunya,
Sahabatku yang tercinta,
Seandainya bulan jatuh diriba,
Akan tetap ku kenang,
Engkau sebagai sahabat,
Yang setianya sukar ditembusi,
Yang kasihnya tiada terbatas,
Yang manisnya kenangan bersama,
Yang disanyangi kerna memahami,
Aku ini,
Banyak sungguh karenah,
Yang tidak disengajakan,
Mahupun yang disengajakan,
Tapi apa pun yan berlaku,
Engkau tetap memahami,
Kita saling memahami,
Itu yang aku impikan,
Cinta ini,
Yang tulus dari hati,
Telah bersemi karena Allah,
Terhadap diri mu,
Hati yang pernah suram,
Kini sudah tiada lagi,
Berkat usaha tawakkal kepada Allah,
Biarlah hujan membasahi bumi,
Biarlah bulan yang tiada berseri,
Namun jangan kau membiarkan,
Cinta ku ini yang lahir untuk mu,
Tulus suci seikhlas hati ku,
Kasih dan sayang,
Allah hiasi hubungan ini,
Untuk segala kecantikan,
Hargailah ia sebaiknya,
Kasih ini dari Allah,
Gunakan kerana Allah,
Sayang juga dari Allah,
Berilah pada yang berhak,
Niat suci karena Allah,
Untuk mu sahabat,
Masih ingatkah dikau,
Di zaman persekolahan,
Kita bertemu menyapa,
Di bangunan kayu tua yang uzur,
Kita menjalinkan ikatan,
Dengan niat yang suci ikhlas,
Dalam mencari warna perkenalan,
Seindah warna pelangi,
Ketika itu kau menghulurkan tangan mu,
Bersama-sama untuk ke daerah yang baru,
Kini kehidupan kita ceria,
Dengarkanlah,
Bisikan hati ku ini,
Tanda ingatan ku kepada mu teman,
Agar ikatan ukhwah yang dibina,
Tetap utuh bersimpul teguh,
Kenangan ketika bersama mu,
Tak akan ku lupa walau sedetik,
Walau badai topan yang melanda,
Walau nyawa ini terpisah dari jasad,
Keluarnya roh dari jasad,
Akan ku ingatimu selamanya,
Aku terfikir sendirian,
Mengapa kita ditemukan Allah,
Bersama mengharungi badai,
Dalam suka dan duka,
Dan akhirnya kita terpisah jua,
Dalam mengejar cita-cita,
Walaupun cita-cita kita sama,
Terpisah jua akhirnya,
Aku terfikir juga,
Adakah ini semua untuk menguji kesetiaan,
Kejujuran hati yang lahir dari kemanisan iman,
Allah maha mengetahui apa di hati ini,
Allah memberikan ku kekuatan,
Untuk menempuh segala yang berlaku,
Mungkin ada rahmat dari semua yang terjadi,
Yang tidak disedari,
Bahawa pertemuan dan perpisahan itu,
Untuk menguji kamar kesabaran,
Bagi menempuh segalanya,
Ya Allah, berilah kekuatan mu,
Hadirkanlah segala cahaya,
Menerangi jalan ini,
Tenggelamilah gelita,
Aku aku dapat meniti arus ini,
Hanya pada mu Ya Allah,
Aku mohon segalanya,
Sahabat ku,
Terima kasih bersamaku,
Hujung rambut hujung kaki,
Aku mohon seribu kemaafan,
Segala kesilapan dan kekilafan,
Yang lahir dari jiwa ini,
Zahir dan batin ku dambakan,
Pohon segalanya,
Semoga perjalanan hidup kita,
Diterangi nur keimanan,
Dianugerahi hidayah pencipta yang agung,
Teruskan perjuanganmu,
Duhai sahabat,
Selagi nyawa dikandung badan,
Selagi jasad mampu digerakkan,
Selagi mata dapat melihat,
Selagi telinga dapat mendengar,
Selagi lidah dapat bertutur,
Selagi kaki mampu bertatih,
Selagi itu lah perjuangan kita belum selesai,
Maafin aku,
Khas buat mu,
Sahabat…………..
Nukilan untuk sahabat…….
Teratakabadi_alyahya
Selasa (14/4/2009)
02:15am…………
03 Disember 2009
Bacalah Wahai Penggemar Kangkung...
Pada suatu hari di klinik yang terkenal, semua doktor kebingungan kerana ada seorang anak kecil yang menderita sakit perut. Anak itu dibawa ke klinik oleh orang tuanya setelah 2 hari menderita diarhea . Sudah bermacam ubat sakit perut yang diberikan kepada anak itu, namun diarhea nya tidak sembuh.
Di klinik, kedua orang tua anak tersebut ditanya oleh doktor, makanan apa yang dimakan oleh anak tersebut selama 2 hari ini. Orang tua anak itu kebingungan,
kerana sejak anaknya diarrhea , anak tersebut tak lalu nak mahu makan, dia hanya minum susu, itu pun akan muntah semula.
Setelah dikaji, ternyata sebelum menderita diarhea, malam tersebut anak itu makan kangkung cos di restoran oleh orang tuanya. Doktor segera melakukan xray, ternyata dalami usus anak tersebut telah berkembang biak lintah dengan anaknya yang kecil-kecil.
Doktor surrender dan menyatakan tidak sanggup mengambil tindakan medical apapun.
Akhirnya anak kecil malang itupun meninggal dunia setelah dikaji, ternyata lintah itu sebelumnya berada di dalam batang kangkung yang besar.. Memang, untuk penggemar kangkung cos yang paling enak adalah batangnya. Lintah yang berada di dalam batang kangkung itu tidak akan mati walau dimasak selama manapun, apa lagi untuk kangkung cos proses memasak tidak terlalu lama untuk menghasilkan rasa kangkung yang sedap. Lintah hanya akan mati jika dibakar.
Di dalam usus anak tadi, lintah yang hanya dalam 1 ke 2 hari berkembang biak dengan cepatnya kerana menghuni didalam tubuh dan terus menghisap darah yang ada, doktor juga menjadi bingung, bagaimana mematikan/membersih kan lintah yang telah sangat banyak tersebut dari dalam usus anak malang itu.
Jujur, sejak mendengar cerita itu, kesukaan saya terhadap kangkung menjadi berkurang, boleh dibilang sudah 1 bulan ini saya sama sekali tidak makan kangkung dalam bentuk apa pun, bukan kerana menjadi paranoid, tapi bagi Saya lebih baik menjaga segala kemungkinan yang ada, masih banyak sayur lain yang dapat kita makan dengan meminimumkan segala kemungkinan "lintah" yang terselip didalamnya.
Semoga cerita ini dapat menjadi pertimbangan untuk kita semua sebelum masak/makan kangkung.
Best Regards,
10 November 2009
Ketika Cinta Bertasbih DVDRip 2009
Baru setahun di Kairo dan menjadi mahasiswa berprestasi peraih predikat Jayyid Jiddan (Lulus dengan Sempurna), ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak tertua Azzam mau tidak mau harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, dikarenakan adiknya masih kecil-kecil. Sementara itu, dia sendiri harus menyelesaikan studinya di Negara orang. Akhirnya dia mulai membagi waktu untuk belajar dan mencari nafkah. Ia mulai membuat tempe dan bakso yang ia pasarkan di lingkungan KBRI dia Kairo. Berkat keahlian dan keuletannya dalam memasak, Azzam menjadi populer dan dekat dengan kalangan staf KBRI di Cairo. Tapi hal itu berimbas pada kuliah Azzam, sudah 9 tahun berlalu, ia belum juga menyelesaikan kuliahnya.
selamat menonton...
06 Oktober 2009
Sutra Di Helai Mawar
Artis : Yassin
Tajuk : Bak Sutera Di Helai Mawar
Cinta....kurasa kelembutan jiwa
Kurasa kelembutan belaian
Bak sutera di helai mawar
Di helai mawar..
Dukakah....aku menanggung rasa
Atau berdosakah aku..
Mengingatimu....ohhh
Duhai nurkasih..
Sama-samalah kita harung malam
Biarpun siangnya mengejar usia
Kasih yang penuh bercahaya
Ya nurkasih..
Akan dewasalah kita nanti
Dibawah warna-warna kecintaan
Memetik embun dinihari..
Ohhh..ooo
Cinta..masih juakah rasa merindu
Masih juakah engkau berduka
Mengharung seluruh kalbumu
Yale ya yale…
Yale yalehi..
Yahaha..
Ya nuryahbi..
Asyykur illaiki alaami waa aghami
Kulli layaali wil ayaam..
Kasih yang penuh bercahaya
Ya nurkasih..
Akan dewasalah kita nanti
Dibawah warna-warna kecintaan
Memetik embun dinihari..
Ohhh..ooo
Betapa..airmata mengalir jua
Biarkan saja aku bersatu
Airmata yang gugur ini
Cinta..kurasa kelembutan jiwa
Kurasa kelembutan belaian
Bak sutera di helai mawar
Bak sutera di helai mawar
Bak sutera di helai mawar
Yale yale..
Yale yalehi..yaa
Nurkasih..
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا، قَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ وَفِيْ نَجْدِنَا، قَالَ : اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا، قَالُوْا : يَارَسُوْلَ اللهِ وَفِيْ نَجْدِنَا فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَاْلفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ ( صحيح البخاري )
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami”, mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najd kita..?, (Beliau diam tapi kemudian kembali berdoa): “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami” , mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najd kita..? ,( Rasulullah diam dan kembali berdoa ): “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami” , mereka berkata : Ya Rasulullah, juga Najd kami..??, beliau saw kemudian menjawab: “dari sana (Najd) akan muncul goncangan dan fitnah!, dan dari sana (Najd) akan muncul tanduk setan!." ( Shahih Al Bukhari)
