14 Mac 2010

10 Perkara Sia-Sia

Sufyan ats-Tsauri, seorang ulama hadis yang terkemuka, menyatakan bahawa ada sepuluh hal yang termasuk dalam kategori sia-sia, iaitu:-


1.Laki-laki atau wanita yang berdoa untuk dirinya sendiri, tapi tidak dimohonkannya doa untuk ibu-bapanya sendiri dan kaum Muslimin.


2.Orang yang kerapkali membaca Al Quran, tapi tidak membaca secara tertib sampai seratus ayat tiap-tiap hari.


3.Laki-laki yang masuk ke dalam masjid, kemudian ia keluar kembali dari masjid itu tanpa mengerjakan shalat tahiyatul-masjid.


4.Orang-orang yang melewati tanah perkuburan, tapi tidak mengucapkan salam kepada penghuni-penghuni kubur dan tidak mendoakan untuk keselamatan arwah-arwah mereka.


5.Laki-laki yang masuk pada hari Jumaat ke suatu kota, kemudian ia keluar lagi dari kota itu tanpa mengerjakan shalat Jumaat berjemaah.


6.Laki-laki atau wanita yang tinggal di suatu lingkungan dengan seorang ulama, tapi dia tidak mempergunakan kesempatan itu untuk menambah ilmu pengetahuan.


7.Dua orang laki-laki yang bersahabat, tapi mereka tidak saling menanyakan tentang keadaan masing-masing dan keluarganya.


8.Laki-laki yang mengundang seseorang menjadi tetamunya, tapi tidak diacuhkan dan tidak dilayani tetamunya itu.


9.Pemuda yang menjadikan zaman mudanya berlalu begitu saja tanpa memanfaatkan waktu yang berharga itu untuk menuntut ilmu dan meningkatkan budi pekerti.


10.Orang yang tidak menyedari tetangganya yang merintih lantaran kelaparan, sedang ia sendiri makan kekenyangan di dalam rumahnya.

Baraka Allahu Lakuma

We’re here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together
We’re gathered here to celebrate
A moment you’ll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever

Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

Photobucket

From now you’ll share all your chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
Seeking His pleasure

We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter

Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

Photobucket

Let’s raise our hands and make Do’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say
Photobucket

24 Februari 2010

Keutamaan Menghubungkan Ukhwah...

1. Mendapatkan keredaan Allah kerana Allah amat suka kepada orang yang menghubungkan Ukhuwah begitu juga penduduk di langit.

2. Menggembirakan para Malaikat di langit kerana mereka amat suka kepada orang yang menghubungkan Ukhuwah.

3. Dapat menambahkan pahala amalnya setelah ia meninggal kelak.

4. Dapat menambah dan menimbulkan rasa kasih sayang dalam pergaulan seharian.

5. Dapat menambah dan menimbulkan keberkatan kepada rezeki.

6. Allah dapat melanjutkan usianya.

7. Menjadikan iblis dan syaitan bertambah gelisah dan sakit hati.

8. Akan disegani dan dihormati oleh masyarakat yang berada di sekelilingnya.

9. Dapat menggimbirakan jenazah yang berada di alam barzah.

10. Dapat mencetuskan kegembiraan pada kedua belah pihak, tiada amalan yang lebih baik melainkan menggembirakan hati orang-orang yang beriman.

04 Februari 2010

Salam Perjuangan Semua...

Semoga anda semua yang membaca blog ini dalam keadaan sihat sejahtera dengan rahmat Allah yang maha sempurna..izinkan ana untuk memohon kemaafan andai ada salah dan silap dan terkasar bahasa...

Pertama sekali bagi sesiapa yang ingin mengcopy artikel atau puisi didalam blog ini, amatlah dialu-alukan. sebarlah sebanyak manapun ilmu yang terdapat didalam blog ini. Tapi jangan lupa pada pencipta-pencipta artikel atau puisi tersebut dengan meletakkan nama pencipta-pencipta artikel atau puisi tersebut di akhir kalam tersebut...

Dengan ini saya menizinkan setiap artikel didalam blog ini untuk disebarkan...

Segala kebaikan yang lahir adalah milik Allah dan segala kekurangan dan keburukan dari diri ini...

Pandanglah kelangit,
Melihat bintang berkedip riang,
Biarkan impianmu setinggi langit,
Agar hidupmu sentiasa riang,

Terbenam matahari tiada sinar,
Menunggu bulan muncul girang,
Biarlah hidupmu sentiasa bersinar,
Pasti hatimu akan girang,

Jangan lupa pada hamba,
Insan hina pencipta puisi,
Dihiasi seribu kata-kata,
Sentiasa kan ingat dihati,

21 Januari 2010

Buat Mu Yang Bernama Sahabat...

Dimana,

Tirai malam dilabuhkan,

Berhenti seketika lamunan dunia,

Tidak terdetik walau sesaat,

Tidak terasa masa yang berlalu,

Tanpa hirau hiruk kesibukan,

Tetap berjalan meniti arus,


Disini,

Aku terus merenung,

Masa silam yang mendampingi,

Jiwa yang terasa sunyi,

Tanpa kehadiran mu disisi,

Aku kadang-kadang sepi,

Sepi ini tiada yang mengerti,

Walau sekelumit rasa,

Hanya aku yang merasainya,


Dalam hati,

Hanya Allah yang mengerti,

Kerna dia maha Al-Khabir,

Tiada insane yang dapat memahami,

Apa yang tersirat dalam hati,

Yang batin ini sukar dinampakkan,

Walau sekecil mana sekalipun,

Ia tetap sukar,

Melainkan ada satu hubungan kecintaan,

Yang wujud dalam hati,


Kerna apa,

Yang dizahirkan ini,

Aku tidak memberi yang terbaik,

Untuk mu duhai teman,

Kerna aku ada yang terbatas,

Untuk melakukannya,

Terimalah zahirku ini,

Kerna engkau akan mengerti,

Segala yang di hati,


Terima ini,

Aku sangat percaya,

Allah akan membantu kita,

Dalam mengharungi segalanya,

Demi perjuangan kita,

Selama ini dicanang segalanya,

Agar berjalan dengan lancar,

Tiada halangan yang menimpa,


Aku sukar,

Untuk melupakanmu duhai teman,

Kerna engkau satu-satunya,

Sahabatku yang tercinta,

Seandainya bulan jatuh diriba,

Akan tetap ku kenang,

Engkau sebagai sahabat,

Yang setianya sukar ditembusi,

Yang kasihnya tiada terbatas,

Yang manisnya kenangan bersama,

Yang disanyangi kerna memahami,


Aku ini,

Banyak sungguh karenah,

Yang tidak disengajakan,

Mahupun yang disengajakan,

Tapi apa pun yan berlaku,

Engkau tetap memahami,

Kita saling memahami,

Itu yang aku impikan,


Cinta ini,

Yang tulus dari hati,

Telah bersemi karena Allah,

Terhadap diri mu,

Hati yang pernah suram,

Kini sudah tiada lagi,

Berkat usaha tawakkal kepada Allah,

Biarlah hujan membasahi bumi,

Biarlah bulan yang tiada berseri,

Namun jangan kau membiarkan,

Cinta ku ini yang lahir untuk mu,

Tulus suci seikhlas hati ku,


Kasih dan sayang,

Allah hiasi hubungan ini,

Untuk segala kecantikan,

Hargailah ia sebaiknya,

Kasih ini dari Allah,

Gunakan kerana Allah,

Sayang juga dari Allah,

Berilah pada yang berhak,

Niat suci karena Allah,


Untuk mu sahabat,

Masih ingatkah dikau,

Di zaman persekolahan,

Kita bertemu menyapa,

Di bangunan kayu tua yang uzur,

Kita menjalinkan ikatan,

Dengan niat yang suci ikhlas,

Dalam mencari warna perkenalan,

Seindah warna pelangi,

Ketika itu kau menghulurkan tangan mu,

Bersama-sama untuk ke daerah yang baru,

Kini kehidupan kita ceria,


Dengarkanlah,

Bisikan hati ku ini,

Tanda ingatan ku kepada mu teman,

Agar ikatan ukhwah yang dibina,

Tetap utuh bersimpul teguh,

Kenangan ketika bersama mu,

Tak akan ku lupa walau sedetik,

Walau badai topan yang melanda,

Walau nyawa ini terpisah dari jasad,

Keluarnya roh dari jasad,

Akan ku ingatimu selamanya,

Aku terfikir sendirian,

Mengapa kita ditemukan Allah,

Bersama mengharungi badai,

Dalam suka dan duka,

Dan akhirnya kita terpisah jua,

Dalam mengejar cita-cita,

Walaupun cita-cita kita sama,

Terpisah jua akhirnya,

Aku terfikir juga,

Adakah ini semua untuk menguji kesetiaan,

Kejujuran hati yang lahir dari kemanisan iman,

Allah maha mengetahui apa di hati ini,

Allah memberikan ku kekuatan,

Untuk menempuh segala yang berlaku,

Mungkin ada rahmat dari semua yang terjadi,

Yang tidak disedari,

Bahawa pertemuan dan perpisahan itu,

Untuk menguji kamar kesabaran,

Bagi menempuh segalanya,

Ya Allah, berilah kekuatan mu,

Hadirkanlah segala cahaya,

Menerangi jalan ini,

Tenggelamilah gelita,

Aku aku dapat meniti arus ini,

Hanya pada mu Ya Allah,

Aku mohon segalanya,


Sahabat ku,

Terima kasih bersamaku,

Hujung rambut hujung kaki,

Aku mohon seribu kemaafan,

Segala kesilapan dan kekilafan,

Yang lahir dari jiwa ini,

Zahir dan batin ku dambakan,

Pohon segalanya,

Semoga perjalanan hidup kita,

Diterangi nur keimanan,

Dianugerahi hidayah pencipta yang agung,

Teruskan perjuanganmu,

Duhai sahabat,

Selagi nyawa dikandung badan,

Selagi jasad mampu digerakkan,

Selagi mata dapat melihat,

Selagi telinga dapat mendengar,

Selagi lidah dapat bertutur,

Selagi kaki mampu bertatih,

Selagi itu lah perjuangan kita belum selesai,

Maafin aku,

Khas buat mu,

Sahabat…………..


Nukilan untuk sahabat…….

Teratakabadi_alyahya

Selasa (14/4/2009)

02:15am…………

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا، قَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ وَفِيْ نَجْدِنَا، قَالَ : اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَنِنَا، قَالُوْا : يَارَسُوْلَ اللهِ وَفِيْ نَجْدِنَا فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَاْلفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ ( صحيح البخاري )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami”, mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najd kita..?, (Beliau diam tapi kemudian kembali berdoa): “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami” , mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najd kita..? ,( Rasulullah diam dan kembali berdoa ): “Ya Allah, berkatilah Syam kami dan berkatilah Yaman kami” , mereka berkata : Ya Rasulullah, juga Najd kami..??, beliau saw kemudian menjawab: “dari sana (Najd) akan muncul goncangan dan fitnah!, dan dari sana (Najd) akan muncul tanduk setan!." ( Shahih Al Bukhari)

Kafaratul Majlis